Perpustakaan Bagian Integral Perguruan Tinggi

Perpustakaan Bagian Integral Perguruan Tinggi

Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) bergeliat memberikan warna di Perpustakaan UIN Bandung dengan serangkaian kegiatan Workshop, Seminar, dan Rapat Kerja APPTIS pada hari Rabu s.d Jumat tanggal 18 – 20 April 2018. Kegiatan ini bertema “Empowering Libraries for Research Quality”. Turut berpartisipasi dalam kegiatan ini 155 peserta dari wakil seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri se-Indonesia dan beberapa perguruan tinggi lain di wilayah Bandung dan sekitarnya,. Kegiatan diawali dengan workshop Academic Writing yang dipandu oleh narasumber Agus Rifa’i, M.A. Ph.D., pustakawan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berbagi tentang strategi menulis karya ilmiah yang ideal dan mudah dipraktikkan. Di tempat yang sama di ruangan yang berbeda, dilaksanakan juga workshop Online Research Skill yang dipandu oleh Faizudin Herliansyah, M.LIS, Kepala Perpustakaan UIN Malik Ibrahim, Malang, yang memberikan materi tentang kiat-kiat dan skill tentang memanfaatkan sumber-sumber online dan pengelolaan sumber ilmiah melalui management references.

Kegiatan pembukaan acara ini DR.H. Ija Suntana, M.Ag. Selaku Kepala Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati, menyampaikan bahwa perpustakaan PTKIN ini sedianya dan selayaknya bekerja sama dan bersama sama bekerja dengan bersanding bukan bertanding untuk mewujudkan perpustakaan yang menjadi mercusuar akademis di PT masing-masing. Pembukaan ini dihadiri dan dibuka oleh Prof. Dr. H. Mahmud, selaku Rektor UIN Sunan Gunung Djati. Pada sambutannya menyampaikan bahwa saat ini seharusnya orang yang bekerja di perpustakaan ini memiliki kebanggaan bekerja di perpustakaan. Bukan jamannya lagi perpustakaan ini tempat orang-orang “terbuang”. Perpustakaan harus menjadi tempat kebanggaan. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Umum Labibah Zain, M.LIS bahwa Perpustakaan saat ini bukan lagi sebagai penunjang PT semata, tetapi lebih dari itu perpustakaan menjadi bagian integral dari PT itu sendiri.

Pada sesi seminar pembicara dari Kasi Penelitian Kementerian Agama RI, DR. Mahrus, M.Ag. menyampaikan paparannya dan keinginannya agar pustakawan di PTKIN ini mempunyai gairah dalam penelitian karena Kemenag RI sudah mmfasilitasi pustakawan dalam penelitian melalui LITAPDIMAS. Sementara pembicara dari Malaysia Dr. Muhammad Ghazali, mengemukakan pengalamannya di Malaysia bahwa di sana pustakawan mempunyai tugas dan kewajibannya sesuai dengan job description pada klasternya masing-masing. Ada beberapa rekomendasi dari Dr. Muhammad Ghazali yaitu pustakawan harus mempunyai skill diantaranya pustakawan harus memahami customer, pustakawan harus lbih proaktif, kreatif dan inovatif, menjadikan fasilitas lebih inviting dan conductive for research, pustakawan harus faham dengan teknologi yang ada dan create inovatife of them, the skill of a good librarian is given together with strategic stakeholder management and thinking skill, dan the librarian must have knowledge management. Dilanjutkan oleh pembicara berikutnya oleh Putu Laxman Pendit, P.hD RMIT Melbourn Australia yang mengajak pustakawan untuk berfikir filosofis sehingga memahami perannya sebagai pustakawan PT yang bekerja secara akademis, tidak terjebak dalam kegiatan-kegiatan teknis yang membelenggu kreativitas berfikir pustakawan.
Rapat kerja APPTIS pun menjadi penuh warna pada rangkaian kegiatan ini. Setiap divisi pada struktur besar APPTIS menyampaikan paparan program kerjanya di depan anggota APPTIS yang menjadi agenda kerja APPTIS ke depannya. Secara keseluruhan acara ini berjalan dengan lancar dan sukses. Hari terakhir dilanjutkan dengan Studi Pustaka dan Budaya.

Materi Presentasi silahkan di download melalui link berikut. download materi

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *