Kegiatan Training of Tainer (TOT) Pustakawan Perguruan Tinggi

Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama RI bekerjasama dengan Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan kegiatan Training of Trainer (TOT) yang pertama. Kegiatan TOT ini diadakan di Hotel New Saphir, Jalan Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta pada tanggal 21-26 November 2018. Kegiatan tersebut melibatkan 20 orang pustakawan 17 PTKIN di Indonesia.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Dra. Imas Maesaroh, M.Lib., Ph.D, dan Dr. Nur Kholis, M.Pd., dari UIN Sunan Ampel Surabaya serta Dr. Labibah Zein, MA. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Untuk meningkatkan kemampuan menjadi fasilitator yang baik, berbagai simulasi dan praktek diadakan. Dengan menggunakan metode pembelajaran andragogy, peserta training dilatih menggunakan tehnik dan metode untuk menghadapi adult learner. Selain itu, para peserta training juga dituntut untuk membuat 13 modul pelatihan dari 7 tema besar, yaitu library management, collection development policy, library marketing, reference services, library technology, knowledge inflow by innovation in libraries and entrepreneurship, serta library development strategy in the users perspectif.
Pada sambutan di kegiatan penutupan, bapak Kasubdit Ketenagaan Drs. Syafi’I, M.Ag. menyatakan bahwa kegiatan Training of Trainer (TOT) adalah kegiatan yang sangat strategis untuk menciptakan fasilitator-fasilitator yang mempunyai skill dalam mengadakan berbagai pelatihan dan menjadi fasilitator. Dan hal ini sangat relevan dalam usaha peningkatan kapasitas profesionalisme SDM Kementerian Agama di bawah PTKIN, khususnya bagi pustakawan yang bergerak di bidang informasi dalam menghadapi perkembangan teknologi industry 4.0. Kegiatan-kegiatan yang serupa seperti ini hendaknya harus terus dikembangkan dan dilaksanakan di berbagai daerah untuk memperbanyak jumlah trainer di lingkungan PTKIN khususnya, dan Kementerian agama umumnya. Keberadaan trainer serta didukung dengan variasi kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk pustakawan akan meningkatkan profesionalisme pustakawan dalam menyikapi pesatnya perkembangan informasi dan teknologi yang terjadi pada usernya.

Reported by : RIKA KURNIAWATY, M.HUM.

Workshop Peningkatan Kapasitas Soft Skill Pengelola Perpustakaan IAIN Kediri

Tantangan baru perpustakaan ke depan berupa pelayanan yang lebih kreatif, manusiawi, dan unggul sehingga dapat diterima dengan baik oleh penggunanya. Keseluruhan itu semua memerlukan sebuah kemampuan dari pengelola peprustakaan. Salah satunya apa yang dikenal dengan istilah softskill. Soft skill ini menekankan kepada kemampuan pengelola perpustakaan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna. Seseorang dengan kemampuan soft skill yang baik memeiliki karakter yang yang baik, komunikasi yang ramah dan pribadi yang tulus dalam melayani pengguna.

Untuk mencapai sioft skill yang mumpuni memerlukan sebuah pengetahuan dan pengalaman yang terarah. Salah satu upayanya dengan melakukan sebuah Workshop yang berupaya mengenalkan konsep soft skill dan bagiamana mengimplementasikannya dengan baik di perpustakaan. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal kepada pengelola perpustakaan dalam mengembangkan softskill layanan perpustakaan. Dengan kemampuan softskill diharapkan dapat meningkatkan peran dan fungsi perpustakaan secara lebih baik bagi penggunanya.

Sesi pertama kegiatan Workshop yang dilaksanakan pada hari selasa tanggal 23 Oktober 2018 ini diisi dengan peningkatan profesionalisme pustakawan dengan memberikan pengetahuan tentang tugas pokok dan fungsi pustakawan. Pustakawan harus menjadi pustakawan yang cerdas dalam menyiasati antara profesionalisme pekerjaan dengan reporting sebagai tuntutan administrasi pustakawan. Pustakawan harus mampu melayani pemustaka dengan baik sekaligus juga harus mampu menyelesaikan kegiatan-kegiatan administratif dalam rangka pengajuan Daftar Usulan Angka Kredit yang berimbas pada kenaikan jabatan seorang pustakawan. pada sesi ini, Bapak Muhammad Mansur selaku pemateri memberikan tips dan trik dalam rangka pemenuhan kebutuhan pengajuan DUPAK tanpa harus meninggalkan pekerjaan rutin yang dibebankan kepada seorang pustakawan. pada sesi kedua, Bapak Ilham Mashuri (pemateri) menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan soft skil penulisan yang nantinya menjadi bekal bagi pustakawan untuk menjalani profesinya sebagai pustakawan.