Musyawarah Nasional Ke-4 APPTIS : Rekonsolidasi untuk Mencapai Tujuan Bersama

Pada Hari Senin, 21 Desember 2020, Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) bekerjasama dengan Perpustakaan UIN Antasari Banjarmasin mengadakan Musyawarah Nasional (Munas) yang ke-4 via daring (online) yang diikuti oleh 102 orang peserta. Proses Musyawarah Nasional yang diadakan dari jam 9 pagi ini dilaksanakan sebagai media penyampaian Laporan Pertanggungjawaban kepengurusan APPTIS Periode 2017-2020, sekaligus memilih Ketua Umum yang baru. Konsolidasi Panitia dan Pengurus aktif dilakukan via WAG Pra Munas APPTIS yang dimatangkan saat persiapan dan gladi pada hari Minggu, 20 Desember 2020 jam 19.00 WIB juga melalui daring.
Yang spesial dari Munas ke 4 ini adalah diperdengarkan untuk pertama kalinya Mars APPTIS yang diciptakan oleh Zian, putra dari Kepala Perpustakaan IAIN Kudus, Ibu Anisa Listiana. Pada sambutan Munasnya, Dra. Labibah Zain, M.Lis. sebagai Ketua Umum APPTIS 2017-2020 menegaskan pentingnya peranan APPTIS di dalam menyuarakan keresahan, mengekspresikan kreativitas, dan saling menguatkan terutama pada saat pandemi, saling menginspirasi, saling melihat kebijakan satu sama lain, untuk tetap melayani civitas akademika dengan baik. APPTIS juga melakukan berbagai advokasi, khususnya pada permasalahan-permasalahan keperpustakaan dan kepustakawanan demi menunjang esensi keberadaan perpustakaan sebagai solusi riset di PTKIN. Usaha-usaha APPTIS antara lain adalah pengajuan draft PMA yang telah ditindaklanjuti oleh Direktorat, pengajuan grand design Perpustakaan PTKIN, mengadvokasi akses turnitin ke seluruh PTKIN dari anggaran Kementrian Agama, membangun repository dan pathfinder khusus PTKIN.

Sambutan dan pembukaan Musyawarah kemudian disampaikan oleh Prof Dr. Mujiburrahman, MA. Rektor UIN Antasari Banjarmasin. Pak Rektor menyampaikan apresiasi terhadap kiprah dan prestasi APPTIS. Dan berharap agar APPTIS dapat memaksimalkan peranannya dalam optimalisasi sumber-sumber informasi dan layanan-layanan digital di dalam situasi pandemi karena keterbatasan layanan tatap muka akademisi. Optimalisasi sumber-sumber informasi (rekaman perkuliahan) yang dilakukan via zoom, Google meet, maupun Learning Management System (LMS) di berbagai PTKIN agar dapat digunakan kembali oleh para mahasiswa lintas PTKIN yang membutuhkan informasi serupa. APPTIS juga bisa mengoptimalisasikan sumber-sumber informasi berupa podcast yang sedang trend misalnya berbagai rekaman talkshow, penerbitan buku baru dan lain sebagainya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan launching buku APPTIS yang berjudul “Kreatif atau mati” oleh Ketua Bidang Pengembangan SDM, ibu Ulfah Handayani. Dalam pengantarnya, bu Ulfah memaparkan realitas bahwa masa pandemi Covid-19 yang telah menjadi ajang pembuktian eksistensi perpustakaan dan pustakawan melalui kreativitas dan inovasi di dalam keterbatasan. Buku “Kreatif atau Mati” adalah karya yang merekam bentuk kreativitas dan inovasi perpustakaan dan pustakawan PTKIN dalam memberikan layanan kepada sivitas akademika. Buku ini berisi 19 artikel dan dieditori oleh Labibah Zein, Wiji Suwarno, serta Ulfah Andayani. Di akhir penjelasan, bu Ulfah menyampaikan harapan agar buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi pustakawan untuk menghasilkan karya-karya yang lebih produktif untuk kemajuan PTKIN di masa mendatang.
Sambutan yang tak kalah pentingnya juga disampaikan oleh Bapak Sekretaris Jenderal Kementrian Agama, Prof. Dr. Nizar Ali, MA. Pak Sekjend mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh pustakawan dan perpustakaan untuk tetap berkiprah secara aktif di masa pandemi dan menjadi bagian integral di dalam urusan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di berbagai kampus PTKIN di lingkungan Kementerian Agama. Tentu hal ini tidak lepas dari peran APPTIS yang selalu melakukan koordinasi sedemikian rupa sehingga saling menguatkan, saling belajar, saling memberikan inspirasi kepada yang lainnya. Ada tiga hal yang ditekankan oleh pak Sekjend, yaitu pentingnya perpustakaan dalam memiliki (1) SDM yang qualified dengan pendidikan, (2) peningkatan kompetensi melalui pelatihan, seminar, workshop, bahkan shortcourse ke luar negeri. SDM perpustakaan yang kompeten, unggul, dan kreatif yang bisa selalu mencari solusi dalam semua persoalan, cepat merespon perkembangan zaman inline dengan arahan Presiden RI, yaitu SDM unggul. Peningkatan SDM juga ditujukan untuk mendukung tujuan Pendis ke depan dalam memiliki daya saing nasional di tahun 2024, daya saing regional minimal ASEAN di tahun 2029, dan daya saing Internasional di tahun 2034. Terakhir, pak Sekjend menekankan pemanfaatan berbagai electronic resources yang bisa digunakan oleh semua civitas akademika sehingga dapat men-support kualitas berbagai karya intelektual. Terkait dengan asosiasi, pak Sekjend berharap agar APPTIS bisa terus mensinergikan berbagai kekuatan-kekuatan yang ada untuk memperkuat hal-hal yang ditekankan di atas. Pak Sekjend menghargai berbagai terobosan, inovasi, dan kreativitas yang sudah dilakukan APPTIS dan memotivasi kegiatan-kegiatan yang perlu ditindaklanjuti. Pak Sekjend menutup sambutan dengan menyampaikan harapannya bahwa keberadaan perpustakaan-perpustakaan PTKIN dapat menjadi solusi dari semua permasalahan civitas akademika dalam mencari referensi riset, serta melakukan berbagai bimbingan di dalam penerbitan dan diseminasi hasil penelitian.
Setelah sambutan bapak Sekjend, APPTIS mulai melakukan proses Munas yang dipimpin oleh Bapak Komarudin, M.Hum. Kepala Perpustakaan IAIN Kediri yang bertindak sebagai Ketua Sidang. Sebelum memulai proses Munas, ketua sidang lebih dulu memeriksa keterpenuhan kuorum. Selanjutnya Ketua Sidang mengawali sidang dengan membacakan rancangan Tata tertib Munas ke 4 APPTIS untuk ditetapkan menjadi Tata Tertib Munas ke 4. Setelah penetapan Tata Tertib, Ketua Sidang mempersilahkan Ketua Umum untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban dalam kepengurusan APPTIS Periode 2017-2020. Satu persatu kegiatan dari program kerja yang berhasil dilakukan dan kendala-kendala saat program tidak bisa dilakukan dengan baik, dibahas dan dijelaskan oleh Ketua Umum APPTIS Dra. Labibah Zain, M.Lis. Laporan pertanggungjawaban dikhiri dengan penyampaian kondisi anggaran APPTIS oleh Bendahara Umum APPTIS, ibu Sri Astuti, M.IP. Saat Laporan pertanggungjawaban diterima oleh forum, Ketua dan seluruh jajaran kepengurusan APPTIS periode 2017-2020 kemudian dinyatakan demisioner.
Selanjutnya, Ketua sidang memimpin proses pemilihan Ketua baru. Proses pemilihan didahului dengan mengeluarkan peserta Munas yang bukan Kepala ke Waiting room, sehingga menyisakan 37 orang Kepala Perpustakaan yang memiliki hak suara di room. Dari 6 orang Calon Ketua APPTIS yang terjaring dari penyebaran google form pemilihan Bakal Calon Ketua APPTIS yang dilakukan 19-20 Desember, ternyata 50% suara tetap menginginkan Bu Labibah sebagai Ketua Umum APPTIS untuk periode selanjutnya. Sidang juga membentuk Tim Formatur, yang terdiri dari 8 orang perwakilan dari berbagai unsur.
Kegiatan Munas ditutup dengan sambutan ketua terpilih, ibu Dra. Labibah Zain, M.Lis. yang mengharapkan peran serta dan kerjasama teman-tema lainnya untuk membantu APPTIS agar dapat lebih keras bersuara sehingga lebih bisa didengar dan diperhitungkan. Kelemahan teknis dari bu Ketua diharapkan dapat ditutupi oleh para pengurus APPTIS selanjutnya. Tim formatur diharapkan dapat bekerja keras dan berkomitmen di sela-sela kesibukannya mengurusi internal perpustakaan masing-masing. Sehingga APPTIS dan Perpustakaan dapat menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari pengembangan PTKIN ke depan.

Reported by Rika