Daily Archives - May 6, 2020

APPTIS Sharing Series Edisi 1

Dikala sebagaian besar negara boleh dikatakan penduduk dunia dihantui oleh rasa ketakutan dengan datangnya Covid-19 yang membabi-buta setiap manusia yang dijumpainya, membuat beberapa negara termasuk Indonesia memberlakukan berbagai kebijakan untuk mencegah perluasan penyebarannya Virus yang mematikan tersebut dengan cara diam di rumah saja.

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang disingkat dan sering disebut (PSBB). Pemberlakuan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Dampak dari kebijakan tersebut menghentikan mobilitas manusia, karena disuruh diam di rumah saja jangan kemana-mana, agar aktivitas tidak terhenti kemudian diberlakukan sistem Kerja, Sekolah/Kuliah, Ibadah dan lainnya dari rumah.

Dunia perpustakaan pun diserang, menyikapi covid-19 perpustakaan mengambil langkah, ada yang berlari terbirit-birit, ada yang lari kecil ada yang selambe saja, masak ya ? ya tidak lah, hal tersebut dikarenakan masing-masing perpustakaan sudah membangun sistem sejak lama, cuma belum dioptimalkan penggunaannya. Dengan adanya Covid-14 penerapan perpustakaan berbasis revolusi industri 4.0 bisa terealisasi.

Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) sebagaimana terdapat pada Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Semua perpustakaan perguruan tinggi sudah menjalankan fungsinya sebagaimana yang diamanat dalam undang-undang 43 tahun 2007 tersebut.

Dalam buku Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28F “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS)

” How Academic Libraries Deal With Covid-19“, yang digagas oleh Presiden APPTIS Ibu Labibah Zain, M.LIS beserta Divisi SDM APPTIS. Kegiatan Sharing Series melalui media Meet Google.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ibu Labibah Zain, M.LIS. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sharing Series ini baru pertama dilakukan yang bertujuan untuk sharing pengalaman lintas perpustakaan perguruan tinggi dalam menganani dampak dari covid-19 itu sendiri. Pada prinsipnya bagaimana sikap, respon dan peran kita selaku pengelola perpustakaan. Kita selaku pengelola harus mengedepankan aspek, kemudahan, keselamatan dengan memanfaatkan media-media yang tersedia. Selain itu Ibu yang akrab dipangil Buketum tersebut, pimpinan harus mampu melihat kekuatan SDM dalam melaksanakan kebijakan yang diambil karena untuk mencari SDM yang mampu dan mau itu tidak mudah, Ada SDM yang mampu bekerja namun dia tidak mau bekerja begitu sebaliknya.

Untuk pemateri ada Ibu Annisa Listiana dari Perpustakaan IAIN Kudus, Essy Marischa dan Pango Dato dari Perpustakaan Universitas Ciptutra, Ibu Zulfitri dari Perpustakaan IAIN Imam Bonjol dan Ibu Rasdanelis dari Perpustakaan UIN SUSKA Riau. Moderator Ibu Ulfa Andayani Perpustakaan UIN Jakarta.

Materi-materi yang dipaparkan luar biasa, menghadapi persoalan melahirkan kreatifitas dan inovasi baru dalam memyedia dan memberi informasi dan ilmu pengertahuan kepada pengguna.

Untuk peserta sendiri diikuti oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi baik yang tergabung dalam juga diikuti dari luar APPTIS. Kegiatan dilanjut sesi tanya jawab dan di akhiri dengan doa, lebih kurang 2 (dua) jam berlangsung terasa sebentar karena banyak hal yang mau di bagi dan diserap. Kegiatan Sharing Series akan dilanjutkan kembali dengan tema dan narasumber yang berbeda.

Sisilain dari kegiatan sharing series adalah memperkuat perpustakaan perguruan tinggi melalui tali silaturahmi, Menimba dan membagi ilmu adalah cara kerja bagi seorang pengelola perpustakaan itu sendiri, dalam menguatkan diri ada yang menimba ada yang membagi.

Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan sendiri dalam memberi juga mencari solsi dari layanan yang dilayani, salah satunya pengurusan SKBP. Pengurusan SKBP dapat diurus melalui online pada laman Website perpustakaan, SKBP nya sendiri dibuat otmatis oleh sistem jadi petugas tidak perlu membuatnya lagi, terkait sumbangan wajib sebagai syarat memperoleh SKBP sudah disiapkan e-library dimana yang bersangkutan bisa membeli buku elektronik untuk disumbangkan melalui e-library yang disediakan. Hal tersebut akan diberlakukan bila Covid-19 berkepanjangan, namun harapan kita tentu Covid-19 segera berakhir.

Penulis
Dr. Unyil

Menimba dan Membagi Ilmu Bersama APPTIS dalam Menghadapi Covid-19