Monthly Archives - May 2020

APPTIS Sharing Series 2 : Membangun Pathfinder PTKIN

Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Kamis, 21 Mei 2020 mengadakan Sharing Series 2 yang diikuti oleh Kepala Perpustakaan PTKIN dan pustakawan dari seluruh Indonesia. Sharing kali ini dimoderatori oleh Junaeti Aqin, pustakawan IAIN Pekalongan membahas tentang membangun Pathfinder PTKIN yang diinisiasi oleh anggota APPTIS alumni Delsma Jerman. Pertemuan kali ini sangat istimewa karena dihadiri langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI Prof Dr Arsykal Salim, MA GBA. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya dukungan TI bagi Perpustakaan di Era Pandemi dan mengapresiasi usaha-usaha yang dilakukan APPTIS serta mendorong APPTIS untuk mensosialisasikan kegiatan kegiatan Perpustakaan dan Pustakwan PTKI agar seluruh civitas akademika dan penentu kebijakan sadar peran vital perpustakaan.

Labibah Zain, Ketua APPTIS yang juga Kepala Peepustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini dalam sambutannya mengatakan bahwa APPTIS dalam menghadapi pandemi covid 19 ini telah melakukan kegiatan APPTIS Sharing Series secara terjadwal oleh Divisi SDM, pembuatan buku Best Practice oleh divisi Publikasi dan Riset serta Pembangunan Pathfinder PTKIN oleh Divisi Teknologi Informasi. Selanjutnya Labibah menekankan bahwa dalam era covid ini peran perpustakaan adalah krusial sebagai garda depan terhadap pemenuhan referensi baik pembelajaran maupun riset.

Selanjutnya konsep Pathfinder PTKIN pun dipresentasikan oleh Indah Wijaya Pustakawan IAIN Purwokerto dan Nailah Hanany pustakawan UIN Bandung dan Muhamad Hamim, Pustakawan IAIN Kediri. Pathfinder ini adalah subject guide yang bertujuan mengumpulkan eresources yang berserakan di Perpustakaan PTKIN sehingga akan memudahkan proses pencarian informasi.

Kalau OSPL yang dibuat Subdit Penelitian Kememtrian Agama dan APPTIS berbasis Onesearch yang dibangun oleh Bapak Ismail Fahmi dan Perpusnas lebih menekankan pada reposistory perpustakaan PTKIN dalam satu tempat, maka Konsep Pathfinder yang diajukan team APPTIS alumni Delsma ini lebih berbasis pada Subject yang menggunakan sistem yang sudah dibangun Arie Nugraha yang akan membantu proses penelusuran eresources per subyek.

Rika Kurniawati, juru bicara team Delsma mengatakan bahwa konsep ini masih berupa tawaran dan forum ini diadakan guna memberikan masukan terhadap konsep Pathfinder PTKIN tsb.

Selanjutnya team menerima masukan dari ibu Dr Imas Maesaroh Ketua Pusat Komputer UIN Surabaya, Ulfah Andayani, pustakawan UIN Jakarta dan Dr Suriani dari UIN Riau yang mencakup perlunya team verivikasi kualifikasi sumber informasi, pelibatan team TI, kluster dll.
Diskusi berlangsung hangat. Seluruh masukan baik dari yang berbicara langsung maupun dari chat room akan dikumpulkan sebagai bahan perbaikan konsep Pathfinder PTKIN ini. Acara kemudian ditutup dengan Foto bersama ala covid 19 era. (LZ)

Reporter
Labibah Zain

APPTIS Sharing Series Edisi 1

Dikala sebagaian besar negara boleh dikatakan penduduk dunia dihantui oleh rasa ketakutan dengan datangnya Covid-19 yang membabi-buta setiap manusia yang dijumpainya, membuat beberapa negara termasuk Indonesia memberlakukan berbagai kebijakan untuk mencegah perluasan penyebarannya Virus yang mematikan tersebut dengan cara diam di rumah saja.

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang disingkat dan sering disebut (PSBB). Pemberlakuan mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Dampak dari kebijakan tersebut menghentikan mobilitas manusia, karena disuruh diam di rumah saja jangan kemana-mana, agar aktivitas tidak terhenti kemudian diberlakukan sistem Kerja, Sekolah/Kuliah, Ibadah dan lainnya dari rumah.

Dunia perpustakaan pun diserang, menyikapi covid-19 perpustakaan mengambil langkah, ada yang berlari terbirit-birit, ada yang lari kecil ada yang selambe saja, masak ya ? ya tidak lah, hal tersebut dikarenakan masing-masing perpustakaan sudah membangun sistem sejak lama, cuma belum dioptimalkan penggunaannya. Dengan adanya Covid-14 penerapan perpustakaan berbasis revolusi industri 4.0 bisa terealisasi.

Perpustakaan Perguruan Tinggi (PT) sebagaimana terdapat pada Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan, Perpustakaan perguruan tinggi mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Semua perpustakaan perguruan tinggi sudah menjalankan fungsinya sebagaimana yang diamanat dalam undang-undang 43 tahun 2007 tersebut.

Dalam buku Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28F “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS)

” How Academic Libraries Deal With Covid-19“, yang digagas oleh Presiden APPTIS Ibu Labibah Zain, M.LIS beserta Divisi SDM APPTIS. Kegiatan Sharing Series melalui media Meet Google.

Kegiatan dibuka langsung oleh Ibu Labibah Zain, M.LIS. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Sharing Series ini baru pertama dilakukan yang bertujuan untuk sharing pengalaman lintas perpustakaan perguruan tinggi dalam menganani dampak dari covid-19 itu sendiri. Pada prinsipnya bagaimana sikap, respon dan peran kita selaku pengelola perpustakaan. Kita selaku pengelola harus mengedepankan aspek, kemudahan, keselamatan dengan memanfaatkan media-media yang tersedia. Selain itu Ibu yang akrab dipangil Buketum tersebut, pimpinan harus mampu melihat kekuatan SDM dalam melaksanakan kebijakan yang diambil karena untuk mencari SDM yang mampu dan mau itu tidak mudah, Ada SDM yang mampu bekerja namun dia tidak mau bekerja begitu sebaliknya.

Untuk pemateri ada Ibu Annisa Listiana dari Perpustakaan IAIN Kudus, Essy Marischa dan Pango Dato dari Perpustakaan Universitas Ciptutra, Ibu Zulfitri dari Perpustakaan IAIN Imam Bonjol dan Ibu Rasdanelis dari Perpustakaan UIN SUSKA Riau. Moderator Ibu Ulfa Andayani Perpustakaan UIN Jakarta.

Materi-materi yang dipaparkan luar biasa, menghadapi persoalan melahirkan kreatifitas dan inovasi baru dalam memyedia dan memberi informasi dan ilmu pengertahuan kepada pengguna.

Untuk peserta sendiri diikuti oleh Perpustakaan Perguruan Tinggi baik yang tergabung dalam juga diikuti dari luar APPTIS. Kegiatan dilanjut sesi tanya jawab dan di akhiri dengan doa, lebih kurang 2 (dua) jam berlangsung terasa sebentar karena banyak hal yang mau di bagi dan diserap. Kegiatan Sharing Series akan dilanjutkan kembali dengan tema dan narasumber yang berbeda.

Sisilain dari kegiatan sharing series adalah memperkuat perpustakaan perguruan tinggi melalui tali silaturahmi, Menimba dan membagi ilmu adalah cara kerja bagi seorang pengelola perpustakaan itu sendiri, dalam menguatkan diri ada yang menimba ada yang membagi.

Perpustakaan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan sendiri dalam memberi juga mencari solsi dari layanan yang dilayani, salah satunya pengurusan SKBP. Pengurusan SKBP dapat diurus melalui online pada laman Website perpustakaan, SKBP nya sendiri dibuat otmatis oleh sistem jadi petugas tidak perlu membuatnya lagi, terkait sumbangan wajib sebagai syarat memperoleh SKBP sudah disiapkan e-library dimana yang bersangkutan bisa membeli buku elektronik untuk disumbangkan melalui e-library yang disediakan. Hal tersebut akan diberlakukan bila Covid-19 berkepanjangan, namun harapan kita tentu Covid-19 segera berakhir.

Penulis
Dr. Unyil

Menimba dan Membagi Ilmu Bersama APPTIS dalam Menghadapi Covid-19